Berita UMKM

OVERVIEW PRESTASI DINAS KOPERASI DAN UMKM KABUPATEN BANYUWANGI TAHUN 2015

Banyuwangi – Komitmen nyata bidang pengembangan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang dicanangkan Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Banyuwangi, tahun 2013 – 2014 mendapat apresiasi dari Presiden dan Menteri Koperasi dan UMKM RI.

Pada tahun 2013, Diskop UMKM memperoleh penghargaan Satya Lancana Wirakarya, Bhakti Koperasi, dan Pelopor Pengembangan Bisnis UMKM. Mengulang sukses yang sama maka pada tahun 2014 Dinas Koperasi dan UMKM (Diskop UMKM) Banyuwangi memperoleh penghargaan Paramadhana Madya Nugraha sebagai Kabupaten Penggerak Koperasi dari Menteri Koperasi dan UKM RI, Satya Lancana Pembangunan dari Presiden SBY atas berbagai program peningkatan pertumbuhan ekonomi melalui Koperasi dan UMKM serta eksistensi dalam pengembangan sektor mikro kecil dan menengah.

Selain dari presiden SBY di tahun 2014, pada kesempatan yang sama juga menerima penghargaan sebagai Koperasi berprestasi Nasional Jenis Usaha Konsumen bersama  130 kepala daerah di Indonesia yang diserahkan Menteri Koperasi dan UMKM tahun 2014, Syarifuddin Hasan. Koperasi yang berhasil mengantarkan Banyuwangi menerima penghargaan ini adalah KPRI Bina Karya Gambiran.

KPRI Bina Karya ini di nilai sebagai koperasi terbaik dan memiliki kelebihan yang tidak di miliki koperasi lain. Di antaranya administrasinya yang bagus, volume usaha yang tinggi, serta kredit macetnya relatif kecil.

 

Banyuwangi dinilai berhasil meningkatkan pertumbuhan ekonomi kerakyatan melalui koperasi aktif dan sehat, serta berkat kegigihan, eksistensi, dan konsisten pemerintah Banyuwangi dalam menggarap sektor Mikro Kecil dan Menengah.

Untuk koperasi aktif dan sehat Banyuwangi ada 732 lembaga dari 866 lembaga koperasi yang ada, sedangkan sisanya berjumlah 134 lembaga merupakan koperasi yang tidak aktif.

Sementara di sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Banyuwangi sejumlah 296.706 pelaku di tahun 2013. Dari jumlah itu, 90 persen didominasi pelaku usaha mikro dan kecil. Sedangkan sisanya 10 persen merupakan pelaku usaha menengah meningkat signifikan apabila dibandingkan tahun 2011 yang hanya sejumlah 131ribuan.

Diskop UMKM melakukan pemberdayaan Koperasi dan UMKM  melalui lima aspek pendekatan yaitu peningkatan  Kelembagaan, Sumber Daya Manusia (SDM), Manajemen, Fasilitasi Permodalan/Pembiayaan, Pemasaran, dan Teknologi Informasi.

Pada tahun 2015 Diskop UMKM melakukan inovasi pengembangan bidang Koperasi dan UMKM diantaranya program Marketing Online (MOL) untuk fasilitasi pelaku UKM dalam mempromosikan produk; Report Online (ROL) untuk fasilitasi percepatan pelaporan perkembangan pengelolaan keuangan koperasi; serta optimalisasi Pelayanan Klnik K-UMKM untuk pengembangan bisnis K-UMKM baik “In The Office” maupun “Mobile”. (*/DiskopUMKM)

Alur Pelayanan